Hunting Ethics #1

 Kali ini saia kembali tergelitik dengan postingan lama bertajuk "bolehkah kita melambaikan tangan ke masinis saat hunting?". Dan kebetulan lagi ada mood, jadi langsung saja...

KA 122 Pasundan (GAPEKA 2013) melintas langsung Stasiun Sumpiuh

 Mungkin kita pernah bergaya layaknya PPKA atau PJL (Petugas Jaga Lintasan) dengan melambaikan tangan ke arah kereta. Namun apa sebenarnya hal tersebut sah? Begini nih...

  Isyarat lambaian tangan sebenarnya adalah bentuk semboyan, yaitu Semboyan 1 dan Semboyan 3. Apa itu Semboyan 1? Semboyan 1 adalah isyarat bahwa KA aman melintas sementara Semboyan 3 adalah tanda bahwa jalan dalam keadaan berbahaya dan tidak dapat dilalui. Loh, bukannya semboyan 3 make papan berwarna merah? Nah, isyarat bendera merah dan lambaian kedua tangan juga berarti semboyan 3. Contoh kasusnya adalah keberanian warga Bumiayu mencegat KA saat salah satu pilar jembatan Sakalibel roboh di era 70an. Ada juga seorang petani di Maos yang dengan berani mencegat KA 6 Argo Wilis karena melihat rel gompal. Nah, cara petani ini mencegat KA 6 bagaimana? Ya dengan melambai-lambaikan kedua tangannya... Beritanya silakan baca di :
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/12/30/myl454-petani-penyelamat-hentikan-kereta-karena-ada-rel-gompal

Nah, sudah clear kan? Terus solusinya gimana? Kadang kan kejadiannya kayak gini :

CC 201 95 dengan KA 5 Argo Wilis di Ijo

 Emang sih, kadang masinis/asistennya suka nyapa duluan... Tapi jangan beri lambaian tangan ke KA kecuali Kru KA yang melambaikan tangan duluan. Loh, emang kenapa? Itu tadi, lambaian tangan memiliki arti yang ambigu alias multitafsir... Salah-salah malah KAnya berhenti karena mengira ada Rinja.... Terus gimana? Cukup kasih jempol saja yak... Jangan paksain melambai cuma buat dapet lambaian balik karena hal itu ada hubungannya sama sesuatu yang menyangkut orang banyak...


Faishal Ammar

0 comments: