CC 203 02 a.k.a CC 203 95 02

 CC 203 02 (sekarang CC 203 95 02) merupakan CC 203 kedua dari 41 unit CC 203 yang ada di Indonesia. CC 203 02 diimpor dari General Electric Transportation secara CBU atau Completely Built Up bersama dengan CC 203 01, 03-12. CC 203 02 mengawali karirnya pada 31 Juli 1995 dengan berdinas Perjalanan Pertama JS950 Argobromo dari Gambir menuju Surabaya Pasarturi.

CC 203 02 dengan KA Argo Gede di Stasiun Bandung. Diambil dari Koleksi Klipping Bpk. Ariawan Sulistya

Berita peluncuran JS-950 dan JB-250. Diambil dari Koleksi Klipping Bpk. Ariawan Sulistya

CC 203 02 dilangsir oleh D301 76 di Balai Yasa Yogyakarta, 1998. Foto oleh Bpk. Indra Krishnamurti
CC 203 02 dengan KA Argo Wilis dari Bandung tujuan Surabaya Gubeng di Stasiun Solo Balapan. Foto : Bpk. Indra Krishnamurti

  Awalnya, 02 dialokasikan ke Jatinegara, namun sekitar tahun 1998, ia dipindah ke BD. Tahun pun berlalu, CC 203 02 akhirnya mendarat di Yogyakarta, menjadi anak asuh Dipo Induk Yogyakarta. Di masa perawatan Dipo YK, CC 203 02 pernah mengenakan pelat nomor cowcatcher berupa cat, bukan pelat kuningan seperti biasanya. 

CC 203 02 semasa berdipo induk Yogyakarta. Foto : d'tRAiNeR
CC 203 02 di Jatinegara. Foto : Johannes Christian (Paduka Raung)
  Pada 24 Januari 2010, CC 203 02 harus menarik KA 150 Pasundan (KAC-SB) dengan stamformasi 6 K3 + KMP2 yang berisi ratusan Bonek. Perjalanan lancar hingga akhirnya, memasuki wilayah Maguwo, batu-batu mulai beterbangan ke arah KA. Lemparan batu semakin menggila saat KA memasuki wilayah Solo. Dimana KA harus dipacu dengan kecepatan tinggi, meskipun itu di wesel.

CC 203 02 dengan KA 150 Pasundan di Lempuyangan. Foto : Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro

Brimob di CC 203 02. Foto : Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro
 Lemparan batu semakin menggila, terutama saat KA berada di Solo Jebres. Tembakan peringatan dari Brimob yang mengawal KA tidak diindahkan. Batu-batu tetap terbang ke arah KA. Lemparan baru mereda setelah KA lepas dari Solo, meskipun masih ada dalam frekuensi yang kecil hingga perbatasan Jateng-Jatim. Hari itu pun berakhir, menyisakan CC 203 02 yang bocel-bocel akibat lemparan batu. Cat mengelupas, kaca pecah dan lampu kabut pecah.

CC 203 02 setelah Tragedi Solo, 24 Januari 2010. Foto : Rezza Habibie

Kondisi CC 203 02 setelah diganti kaca dan lampu kabutnya. Foto : Narendro Anindito
  Tak lama berselang, CC 203 02 dimutasi ke Dipo Induk Bandung. Di Bandung, CC 203 02 bertugas menarik KA/KLB seperti biasanya. Terkadang ia sering terlihat berdinas Lokal Bandung Raya atau Argo Parahyangan. Pada 2011, nomor CC 203 02 diubah menjadi CC 203 95 02, mengikuti penomoran baru yang ditetapkan DITJENKA. Dibawah asuhan Dipo Lok BD, CC 203 02 dikenal mudah kobong dan memiliki mesin yang bandel (jarang gangguan). CC 203 02 juga bisa diajak dinas secara forsir. Pernah CC 203 02 yang baru masuk Dipo sebagai lok ex KA 5 Argo Wilis, langsung berangkat kembali sebagai lok dinas KA 162 Kahuripan.

CC 203 02 semasa transisi logo PT KAI. Foto : Muhammad Rizky Gunari

CC 203 02 dengan KA 6 Argo Wilis, awal 2014
CC 203 02 dengan KA 121 Pasundan di Sumpiuh, awal 2014
CC 203 02, 2015
CC 203 02 dengan KA 6 Argo Wilis diberangkatkan dari Sta. Tambak (TBK), 2013
CC 203 02 menarik KA 5 Argo Wilis, 2013
CC 203 02 dengan KA 6 Argo Wilis di Sta. Tambak (TBK)
CC 203 02 menarik KA 5 Argo Wilis, 2015
CC 203 02 sebelum PA 2014


CC 203 95 02 ex CC 203 02

Model : GE U20C
Riwayat Dipo : Bandung ex Yogyakarta ex Bandung ex Jatinegara
MD (Mulai Dinas) : 21 - 7 - 1995 
PA (Perawatan Akhir) : 31 - 6 - 2014
PA YAD (Perawatan Akhir Yang Akan Datang) : 12 - 6 - 2016
Builder Number : 48373
Mesin : General Electric 7FDL8
  1. Diameter Piston (Bore) : 228,6 mm
  2. Diameter Piston (Stroke) : 266,7
  3. Volume Silinder : l.k 11.000 cc, total 88.000 cc (8 silinder)
  4. Kompresi : 15,7:1
  5. Keluaran Tenaga : 2000 hp
  6. Dual Turbocharged
Airhorn : WABCO AA2 dual tone airhorn
Airbrake : Udara Tekan (Westinghouse)
Kompressor : Gardner Denver WBO
Generator : GT-581 DC (Direct Current)
Traksi Motor : 6 buah, tipe GE-761 DC (Direct Current)
Gear Ratio : 90:21
Adhesi : 17.640 kgf
V.max : +180 km/jam (teoritis), 121,5 km/jam (riil)
Massa :
  1. Kosong : 78 ton
  2. Siap : 84 ton
  3. Adhesi : 84 ton
Kapasitas :
  1. HSD (High Speed Diesel) : 3028 liter
  2. Pelumas : 984 liter
  3. Air : 684 liter
  4. Pasir : 509 liter
Pemasir : non aktif
Wiper : 2 pasang, berfungsi dengan baik
Foglamp : Masing-masing sepasang pada cowcatcher
Coupler : AAR Otomatik
MU Port : Depan non aktif, belakang ada (?)

Yak, cuma itu yang mau saya ceritakan :D Terimakasih sudah menyimak :)

1 comment: