Stop Pelemparan Terhadap KA!

 Pagi ini, di beranda FB saya muncul berita penangkapan pelaku pelemparan batu terhadap KA. Secara reflek saya berpikir, "Rasain lu! Salah ndiri iseng gak make otak". Tindakan pelemparan terhadap KA, apapun motifnya, diancam dengan pasal 107F KUHP tentang sabotase dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun.

Ilustrasi Kaca KA yang pecah. Foto : catatanlangkah.wordpress.com
 PT KAI memang mengancam serius para pelempar batu ke KA, siapapun pelakunya. Mau pelakunya adalah siswa SMP yang iseng atau orang yang memiliki motif kesengajaan. Pelemparan batu, apapun motifnya, merupakan sebuah tindak kejahatan. Ancamannya masih sama, pasal 107F KUHP. Kebanyakan pelaku merupakan para remaja tanggung yang mengaku iseng. Tanpa mereka sadari, kebodohan mereka membawa akibat yang tidak bisa dikatakan sedikit. Di tahun 2013, dari Januari hingga September, PT KAI DAOP V Purwokerto mengalami 24 kejadian pelemparan dengan jumlah kaca pecah sebanyak 1032 buah. Dengan rincian 32 buah kaca kereta eksekutif dan 1000 buah kaca kereta ekonomi. Kaca KA bukanlah kaca sembarangan. Kaca kereta eksekutif dibanderol 1 juta rupiah per lembar, sementara kaca kereta bisnis dan ekonomi berkisar 300-400 ribu rupiah. Jika dikalkulasi kotor, kerugian mencapai : 32 juta + 300 juta = 332 juta rupiah. Sebuah nominal besar yang tercipta akibat perbuatan bodoh bermotif iseng. Belum kerugian selama masa perbaikan akibat kereta tidak beroperasi atau biaya perawatan korban. (Link rujukan : http://www.merdeka.com/peristiwa/belum-setahun-1032-kaca-kereta-api-pecah-dilempari-batu-warga.html)

Penggantian kaca lok yang pecah. Foto : Bpk. Edja Noesanto Nitijoso
 Selain menimbulkan kerugian materiil, pelemparan batu juga menimbulkan korban jiwa. Penumpang bisa terluka, bahkan buta akibat terkena pecahan KA. Pernah ada kasus seorang masinis yang harus merelakan kehilangan salah satu matanya akibat terkena pecahan kaca akibat pelemparan. Beberapa waktu yang lalu, seorang masinis DAOP V juga harus menjalani operasi mata akibat terkena pecahan KA. Lihat, akibat dari perbuatan bodoh atas nama iseng ini... Entah sudah berapa ratus orang yang terluka akibat perbuatan bodoh ini. Ada cerita unik seputar pelemparan batu. Beberapa bulan lalu, KA Jenggala (Mojokerto-Sidoarjo via Tulangan) dilempari batu oleh gerombolan remaja. Tanpa diduga, KA langsung mengerem dan seorang anggota marinir langsung melompat keluar begitu pintu KA terbuka dan mengejar pelaku pelemparan. Walhasil, tunggang langganglah para pelaku menghindari kejaran anggota Marinir tadi. Ada juga pelajar yang ditangkap sesaat setelah melakukan pelemparan karena KA langsung BLB (Berhenti Luar Biasa).

Ilustrasi kaca lokomotif yang pecah. Foto : Bpk. Edja Noesanto Nitijoso
 Beberapa berita mengenai pelemparan terhadap KA :

http://www.merdeka.com/peristiwa/anak-smp-pelaku-pelemparan-kereta-api-logawa-ditangkap-polisi.html

http://kabar24.bisnis.com/read/20150624/367/446806/lempari-kereta-api-pakai-batu-seorang-pelajar-ditangkap-polsuska

http://jogja.tribunnews.com/2015/06/24/awal-ramadan-aksi-pelemparan-ke-ka-meningkat

http://news.detik.com/berita/2952552/cerita-pejabat-kai-ke-ganjar-soal-pelemparan-batu-ke-ka-di-jateng

 Tindakan bodoh semacam ini tidak sepatutnya dilakukan. Apalagi atas nama iseng. Keisengan kok sampai membuat orang buta? Itu sudah kriminal namanya. Sebagai manusia yang beradab (katanya), harusnya kita bisa berpikir menggunakan akal kita, bukan malah menuruti nafsu yang akhirnya merugikan orang lain. PT KAI sudah serius dalam menangani kasus pelemparan batu. Siapapun pelakunya, tetap akan diserahkan ke pihak yang berwajib. Mau pelakunya hanyalah seorang anak atau orang dewasa. Sekali lagi, gunakan otak anda, jangan sampai keisengan anda membuat orang lain menjadi cacat permanen...

0 comments: