Selamat Ulang Tahun BB 304 02!

 Hari ini, 16 Juli 2015, BB 304 02 berulang tahun yang ke 39. BB 304 02 mengawali dinasannya pada 16 Juli 1976, dan merupakan BB 304 tertua yang masih aktif. Perjalanan panjang BB 304 02 dimulai di Dipo Sidotopo, rumah pertamanya. Sekitar awal dekade 2000, BB 304 02 pindah ke Dipo Tanahabang, berdinas KA Lokal di wilayah DAOP I. Kemudian dia berpindah lagi, kali ini ke Cepu. Di Cepu, BB 304 02 sempat berdinas KA Lokal dan menjadi serep apabila Semarang Tawang/Poncol banjir. Tahun 2011, dia akhirnya pindah ke Jember. Di Jember, BB 304 02 dipakaikan seragam lamanya, krem hijau ala PJKA pada tahun 2012. Di Jember, BB 304 02 menikmati masa tuanya dengan berdinas Tawang Alun, Pandanwangi ataupun Probowangi. Namun seiring bertambahnya usia dan stamformasi KA serta datangnya CC 201 ke Dipo Jember, BB 304 02 tersisih dan hanya digunakan untuk menarik KLB atau Langsiran. Sekitar bulan Juni kemarin, BB 304 02 dimutasi ke Sidotopo, kembali ke rumah awal. Namun kini Sidotopo sepi... Tak ada lagi BB 304 sebagai teman untuk 02. BB 304 03,05 dan 08 sudah wafat di Jember. Ya, BB 304 02 hanya menikmati reuni singkat dengan BB 304 03. BB 304 03 terpaksa wafat pada 2014 awal, konon akibat tipisnya flen roda. BB 304 09 berada jauh di Cepu sementara BB 304 23R sangat jarang bertandang ke Sidotopo. Semoga BB 304 02 dicat ulang dan nantinya menarik KA Wisata di Museum Lok Diesel di Tuntang... Semoga....

BB 304 02 Dari Masa ke Masa :

BB 304 02 semasa masih di pabriknya, Fried Krupp, Jerman. Foto : Martin Welzel (?)
Saat di pabrik. Foto : Martin Welzel (?)
BB 304 02 dengan sebuah KA di Jakarta Kota. Foto : searail.mymalaya.uk
BB 304 02 di Kroya. Foto Koleksi Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro
BB 304 02 dengan KA Petikemas di Rambipuji. Diambil dari Buku Perkembangan dan Pembangunan Perkeretaapian Indonesia oleh Bima Budi Satria
BB 304 02 menghela KA Argopuro di Stasiun Solo Balapan, dekade 90an. Foto : Alm. Mikhail V.A Krishnamurti

BB 304 02 menghela KA Penataran/Tumapel dari Malang di Stasiun Surabaya Gubeng. Foto : Alm. Mikhail V.A Krishnamuti.
BB 304 02 semasa berdipo induk Tanahabang. Nampak kurang terawat :(. Foto : Bpk. M Luthfi Tjahjadi
BB 304 02 dengan BB 200 21. Nampak BB 304 02 masih mengenakan tralis dan pelat nomor khas Tanahabang. Foto : Raka Galih
BB 304 02 di Bangil, 2010. Foto : Ari Andika Setiawan
BB 304 02 di Dipo Jember, 2012. Cirikhas Tanahabang sudah hilang, digantikan cirikhas Jember, jendela dengan lis biru.
Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
The Face... Nampak mengenakan cowcatcher BB 303 ex dipo Padang.
Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
Saat pergantian livery. Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
Tampak samping setelah ganti baju ^_^. Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
Tampak depan, nampak elegan... Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
He is handsome, isn't it? Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
Kondisi saat tahun 2013/2014. Catnya mulai mengelupas. Foto : Raditiya Putera Nur Susanto
Di Area Balai Yasa/PKLG Surabaya Gubeng. Foto : Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Wow loko kenangan. BB304 terakhir dinasan. Tahun 2014 awal september ketika padalarang-Cianjur ditutup. Sekilas saya akan membedah kelebihan loko ini ketika naik kereta argo peuyeum. Meski 2 gerbong kereta ini mampu menanjak dg kecepatan 25km dilintasan padalarang-tagogapu, meski dg dua gerbong dianggap baguslah. Selain itu disekitaran cipatat-cipeuyeum yg terkenal belokan curam tdk terdengar gesekan roda loko dan rel gongsol. Sehingga tingkat keausan roda tdk separah ketika ujicoba kiansantang. Pada saat hujan loko ini bisa seimbang dan remnya bagus. Itulah sekelumit loko BB304. Itu loko kenangan saya loh

    ReplyDelete