"Mengintip" CC200


 Pada 15 Desember 2015, saya berkesempatan mengunjungi Museum KA Ambarawa untuk melihat kondisi CC200 yang baru saja dipindahkan ke Ambarawa. Saya bersama 3 orang teman saya memulai observasi sekitar pukul 9 pagi. Setelah meminta izin kepada Petugas Museum, kami memulai observasi CC200, mulai dari kondisi fisik hingga bagian mesin. Di bagian body, kami menemukan 4 buah titik yang "dekok" atau menekuk ke dalam karena kecerobohan kontraktor saat penurunan dari trailer saat baru tiba di Ambarawa. Selain itu, papan semboyan 26/27nya juga tidak lengkap. Bagaimana foto-fotonya? Silakan disimak....

Sekilas kondisi fisik.
Tampak samping.
Sisi samping salah satu kabin.

Muka kabin (1).

Cowcatcher.


Bogie penggerak yang dilengkapi traksi motor.


Muka kabin (2).
Bogie idle. Bogie ini tidak memiliki traksi motor. Bogie ini berfungsi untuk menyebar berat CC200 sehingga memiliki tekanan gandar yang rendah.
Sisi samping salah satu kabin. Nampak bagian yang penyok.
Drain valve. CC200 belum memiliki Automatic Drain Valve. Air hasil kondensasi udara pada tangki udara akan ditampung dan dikeluarkan secara manual dengan membuka katup Drain Valve. 
Pelat nomor. 
Pelat pabrkan.

 Setelah mengobservasi bagian luar, kami berpindah ke bagian dalam. Kami masuk melalui salah satu kabin. Seperti apa bagian dalamnya? Silakan disimak....

Baterai yang diletakkan di kabin. Lokomotif DE memiliki baterai yang berguna untuk membantu menyalakan mesin dan instrumen-instrumen lokomotif.

Interior kabin, minus kursi lipat untuk tempat duduk masinis dan asisten masinis.
Instrumen manual.

Bekas dudukan speedometer analog. Kemungkinan besar dulunya menggunakan speedometer merk Hasler.

Meja Layan (1)
Keterangan tuas-tuas :
1. Independent Brake
2. Automatic Brake (handle tidak terpasang)
3. (?)
4. Throttle
5. Horn (rantai ditarik untuk membunyikan horn)
6. Switch lampu
7. Selector handle
8. Reverser
Lorong di ruang mesin.
Kompartemen kelistrikan (?).

Blok mesin.




Lorong ruang mesin.
 Kondisi mesin CC200 15 sebenarnya rusak. Cylinder Linernya jebol dan pengatur arah gerak (reverser)nya rusak. Isi kabinnya pun bisa dibilang tidak lengkap. Besar harapan saya agar CC200 15 bisa dioverhaul agar bisa beroperasi kembali.... Semoga....

Dipo Ambarawa disore hari.

Bonus :

Numpang nampang :v
Prosesi langsiran CC200 15 dan DD55 12 di Semarang Poncol, 3 Desember 2015. Malamnya, kedua lok dinaikkan ke trailer untuk dibawa ke Ambarawa.





CC201 71 yang melangsir DD55 12 dan CC200 15.

DD55 12. Lok ini dibeli DITJENKA untuk mendukung proyek double track Cikampek-Cirebon. Lok ini sayangnya hanya berdinas sebentar. Lok ini dikeluhkan boros karena menggunakan dua mesin. Setelah double track Cikampek-Cirebon selesai, lok ini mangkrak di Gudang DITJENKA Jatibarang. Lok ini kemudian ditarik ke Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan sekitar awal 2015 untuk diperbaiki.

CC200 15.





2 comments:

  1. Mau tanya mas, Font lokomotif yang lama nama fontnya apa ya ? Makasih :D

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete