Naik Joglokerto

 Pada 1 Februari lalu, saya berkesempatan mencoba KA Joglokerto dari Sumpiuh hingga Solo Balapan. Waktu itu, saya hendak pergi ke Semarang, mengurus Kartu Rencana Studi. Saya membeli tiket KA Joglokerto secara go show (langsung) di stasiun Sumpiuh. Saya mendapat kursi nomor 4A di kereta 6.

Tiket KA Joglokerto
 Joglokerto yang saya naiki menggunakan rangkaian set SLO2, Kereta Ekonomi angkatan 2014 berlivery airline milik Dipo Solo Balapan. Sementara K3-6nya menggunakan K3 0 14 43.



 K3 0 14 43 SLO menggunakan bogie K5 TB398 dan memiliki trainmark E, yang artinya kereta dapat dipacu hingga 110 km/jam. Untuk AC, terasa dan dinginnya stabil. Speakernya berfungsi dengan jelas dan display elektriknya menyala. Ada dua toilet dimasing ujung kereta, satu toilet jongkok dan satunya lagi toilet duduk. Guncangan tidak begitu terasa di kereta. KA Joglokerto tiba di stasiun Sumpiuh sekitar pukul 11.36 dan diberangkatkan kembali sekitar pukul 11.38 .

Papan nama KA Joglokerto.

Toilet duduk.

Interior K3 0 14 43 SLO.

Toilet jongkok.
Kursi di K3 0 14 43 SLO.

Display elektrik.
 Selama perjalanan, KA hanya berhenti di Gombong, Kebumen, Kutowinangun, Butuh dan Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten dan Purwosari. Itupun di Kutowinangun berhenti untuk bersilang dengan KA 5 Argo Wilis dan berhenti luar biasa di Butuh. Meskipun kondisinya bisa dibilang baik, namun sebenarnya, K3 0 14 43 memiliki beberapa kekurangan. Diantaranya adalah, meja kecil yang cecel dan handle pintu yang hilang. Dalam perjalanan, saya menyempatkan diri membeli makanan di restorasi. Yang saya beli adalah Popmie dan Fruittea seharga Rp. 14.000 . 

Bersilang dengan KA 5 Argo Wilis di Kutowinangun.

Handle pintu yang hilang sebelah.
 Perjalanan cukup nyaman, meskipun kursinya cukup tegak, hahahaha... Saya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di Purwosari, karena lebih dekat dengan halte Solo Square untuk melanjutkan perjalanan ke Semarang. KA Joglokerto tiba di Purwosari sekitar pukul 15.25, terlambat -_- . Setelah beristirahat sejenak, saya berjalan ke halte Solo Square dan melanjutkan perjalanan ke Semarang menggunakan bus Sugeng Rahayu bernomol polisi W 7067 UZ. Bus ATB ini dibalut body Discovery buatan Laksana dan menggunakan konfigurasi tempat duduk 3-2. Bus menggunakan mesin Hino AK8. Perjalanan menuju Semarang ditempuh sekitar 2 jam 20 menit.

0 comments: