Naik KA Nomer Satu di Indonesia

 Pada 22 Desember 2015 kemarin, saya berkesempatan mencoba K1 retrofit INKA terbaru yang dirangkaikan di KA Argo Bromo Anggrek. Saya membeli tiket secara go show (langsung di loket) pada pukul 07.25 pagi, memanfaatkan tarif parsial Anggrek yang baru dijual dua jam sebelum keberangkatan. Tarif parsial seharga Rp. 200.000 ini hanya berlaku di rute Semarang-Surabaya PP. Tarif ini lebih murah dari aslinya (Padahal waktu itu pas ngecek di KAI Access adanya hanya tiket sub kelas A yang harganya 400 ribuan... Untung beli parsialnya... hahaha). Saya mendapat kursi nomor 13 B di Kereta Eksekutif 5.




Papan Nama KA 1 Argo Anggrek.

K1 0 01 27 SBI yang saya naiki.
  Kereta yang menjadi kereta Eksekutif 5 adalah K1 0 01 27 SBI. Kereta ini merupakan kereta yang baru selesai menjalani retrofit (penyehatan) di INKA. Kereta ini memiliki berat siap 39 ton dan menggunakan bogie K9 yang dapat dipacu hingga 120 km/jam. Kereta ini merupakan anggota set SBI3 (Argo Anggrek). Kereta ini buatan INKA lhoo.... Asli made in Madiun.

Kursi no.13 B, sering disebut dengan kursi jomblo.
Interior kabin penumpang K1 0 01 27.
 Interiornya bernuansa agak krem, dengan jok berwarna krem gelap. Gordennya menggunakan gorden model tarik, bukan model geser. Terdapat dua buah TV di masing2 ujung kabin penumpang dan satu TV lipat di tengah kereta. Sayangnya TV lipatnya tidak difungsikan. Speakernya berfungsi dengan baik. Sayangnya, display elektrik di kabin penumpang tidak menyala. ACnya juga kurang dingin. Meja lipat masih ada, kecuali di kursi jomblo (nasib, dapetnya yang kursi jomblo). Footrest juga tidak ada. Kursinya cukup nyaman, apalagi kursi jomblo. Bisa bebas gerakin badan maupun tangan tanpa sungkan dengan penumpang sebelah, hahaha... Untuk handrest, pada kursi berpasangan menggunakan handrest dengan nuansa kayu, sementara di kursi jomblo menggunakan handrest polos berwarna hijau (lagi-lagi nasib...). Terdapat dua stop kontak dibawah meja kecil di setiap kursi. Dan enaknya di kursi jomblo, semua colokan disamping kursi saya kuasai, hahaha.... Sayangnya, apes juga dapat kursi jomblo... Desain jendela darurat yang sedemikian rupa membuat saya agak kesusahan untuk melihat keluar. Untuk pintu kereta, sayangnya semua menggunakan pintu manual...

Minus footrest -_-

Sekilas rak bagasinya yang nampak minimalis.

Salah satu TV diujung kabin penumpang dan display elektrik yang sayangnya tidak menyala. 

 Untuk toilet, kereta ini memiliki dua toilet. Keduanya berada di salah satu ujung kereta. Dua toiletnya berbeda jenis klosetnya. Yang satu toilet duduk sementara yang satu toilet jongkok. Sepengamatan saya, toilet jongkok ini cukup mempermudah penumpang manula yang kesulitan menggunakan toilet duduk (saat itu, ada penumpang manula dari kereta 4 yang menggunakan toilet kereta 5 karena tidak ada toilet jongkok di kereta 4). Biar beda, tapi kedua toiletnya bersih dan seluruh perangkatnya berfungsi dengan baik. Bau pesing khas toilet juga tidak tercium...

Toilet duduk.
Toilet jongkok.
  KA 1 berangkat dari Surabaya Pasar Turi tepat sesuai jadwal, pukul 08.00 WIB. Sepanjang perjalanan, KA tidak berhenti, karena tidak ada pemberhentian diantara Surabaya Pasar Turi-Semarang Tawang. Guncangan di kereta ini cukup minim (maklum, bogienya make airsus) dan masinis yang berdinas pun membawa kereta dengan halus. Seorang OTC rajin lalu-lalang membersihkan kereta maupun toilet. Pramugari berkeliling menjajakan makanan rigan maupun berat serta minum, yang sengaja saya tolak karena saya penasaran dengan interior kereta makannya (maaf ya mbak...). Di sekitar Bojonegoro, saya memutuskan untuk pergi ke kereta makan untuk membeli minuman. Kereta makannya, M1 0 01 03 SBI memiliki interior yang lumayan. Setelah selesai, balik deh ke tempat duduk... KA tiba di Semarang Tawang sekitar pukul 11.30. Dan itu akhir dari perjalanan saya bersama KA 1. Perjalanan 3 jam 30 menit tidak terasa karena kereta yang cukup nyaman...


0 comments: