Railone

 Railone merupakan nama Kereta Inspeksi (KAIS) milik PT KAI. Railone dialokasikan di Dipo Bandung. Railone digunakan sebagai kereta inspeksi bagi pejabat KAI dan juga sebagai pengawal saat KLB Kenegaraan dijalankan. Railone memiliki nomor SI 3 82 03 dan merupakan KAIS ketiga yang dimiliki KAI. Railone aslinya merupakan KRD tipe 302 biasa yang direhab menjadi Kereta Inspeksi di era 1990an. Railone aslinya adalah KRD bernomor KD3-82242 milik Dipo Bukitduri. KD3-82242 mengawali dinas pada 26 Agustus 1982. KD3-82242 kemudian direhab di Balai Yasa Yogyakarta pada 25 Mei 1999. Pada 31 Agustus 1999, keluarlah KD3-82242 dengan tampilan baru dan nama baru dari Balai Yasa Yogyakarta. KD3-82242 berubah menjadi KD1-82203 dan diberi nama Relawan. Relawan memiliki wajah yang hampir mirip dengan kakaknya, KD3-82202/SI 3 82 02 yang bernama Sriwijaya. Bedanya, Relawan kedua kabinnya memiliki jendela tambahan di samping jendela utama. Relawan menyandang livery putih polos dengan 3 garis diagonal berwarna biru di grill genset dan dekat jendela toilet. Selain itu, Relawan juga dilengkapi dengan sepasang rotator diatas masing-masing kabinnya. Relawan memiliki emblem bergambar Garuda Wahana Daya Pertiwi yang dikelilingi 17 buah bintang dengan tulisan Railone. Ini yang aneh, nama di bodynya Relawan tapi nama di emblemnya Railone, hahaha.... Emblem ini terdapat pada masing-masing muka kabin Relawan.

Relawan di Dipo Jatinegara, 2005. Foto : Indra Hardi Saputro.
 Sekitar tahun 2006, Railone berganti livery. Livery tiga garis biru digantikan oleh livery ala Eksekutif dengan warna biru-oranye. Nama yang ada di bodynya pun berganti Railone. Akhirnya... Hahahaha....

Railone, 2012. Foto : Bagus H.P

Emblem Railone. Foto : Widodo M.W Moedji
Nomor Railone semasa menggunakan sistem penomoran lama. Foto : Andi Ardiansyah
Meja layan Railone sebelum direhab pada 2013. Foto : Andi Ardiansyah
Railone di Madiun. Foto : Arya Saloka Buana. 
 Pada 2011, nomor Railone dirubah menjadi SI 3 82 03, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Penomoran Sarana KA. Pada 2013, Railone sempat"menghilang". Namun kemudian terungkap bahwa Railone kembali menjalani rehab. Kali ini, rehab dilakukan di Dipo Bandung. Rehab kali ini mengubah tampilan luar Railone menjadi lebih "futuristik".

Railone dilangsir saat menjalani rehab. Foto : Patricius Bagoes
 Penampilan Railone berubah. Namun rotatornya masih menggunakan rotator lama. Selain itu, Railone juga diberi sirine. Namun kemudian rotator lamanya dicopot, diganti dengan lampu strobo.

Penampilan Railone setelah rehab. Foto : Bima Pratama
Railone, saat menjadi pengawal KLB RI-2.
Railone, saat membawa jajaran petinggi KAI dalam Inspeksi menjelang Natal dan Tahun Baru 2015.
Close up.
Update :

Railone sekitar bulan Maret lalu masuk ke Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani PA (Perawatan Akhir). Selain itu, dilakukan juga perbaikan di salah satu sisi kabin yang dikeluhkan "bocor" dan perbaikan pada wiper.

Foto - foto Railone setelah PA 2016 :

Railone saat berada di loos pengecatan Balai Yasa Yogyakarta.
Tampak samping Railone setelah PA. Diambil hari Sabtu, 16 April 2016 saat Railone mengantar Menhub Ignasius Jonan inspeksi.
Lanjutan foto yang tadi...


0 comments: