Random Facts About Indonesian Railway (5)

1.  Ir. H. Djuanda adalah Direktur DKA (Djawatan Kereta Api) pertama. Mungkin ini mengejutkan, mengingat nama beliau lebih terkenal di dunia maritim.

2.  Ignasius Jonan bukanlah Direktur Perusahaan KA Indonesia keturunan tionghoa pertama. The Lian Thiong adalah direktur PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) di tahun 1966. Beliau adalah direktur perusahaan KA Indonesia keturunan tionghoa pertama.

3. Matarmaja diluncurkan sebagai KA Maja (Madiun-Jakarta via Yogyakarta PP) ditahun 1976. Pada sekitar April 1979, muncullah KA Tatar yang merupakan sambungan KA Maja menuju Blitar. Rangkaian Tatar digabungkan dengan rangkaian Maja di Madiun. Tatar memiliki stamformasi 3 K3 + 1 K2, yang kemudian K2nya ditambah menjadi 2 unit. Tatar biasanya dihela BB303 38/39 milik Dipo Jember yang diasistensikan ke Madiun. Pada 1982, Tatar-Maja diperpanjang ke Malang dan namanya dirubah menjadi Matarmaja dengan rute sama seperti Maja. Prosesi pisah/gabung rangkaian masih dilakukan. Awalnya dilakukan di Madiun, tapi kemudian dilakukan di Kertosono. Pada sekitar 2002, rute Matarmaja diubah menjadi Jakarta-Malang via Semarang.

KA Matarmaja melintasi Jembatan Lahor. Foto : Andriawan Pratikto

BB303 38 dengan KA Tatar di Kertosono, 6 November 1980. Foto : Werner and Hansjorg Brutzer

4.  Nama bagi Kereta Api baru populer sekitar tahun 1960an, itupun awalnya hanya KA Ekspres di Jawa saja yang diberi nama. Pada 6 Juli 1961, beberapa KA diberi nama untuk memudahkan masyarakat mengenali KA tsb. KA-KA yang diberi nama itu :
  • Singhasari (Cirebon-Surabaya)
  • Sunda Kelapa (Kroya-Gambir)
  • Tarumanagara (Surabaya Pasar Turi-Gambir)
  • Mantjanagara (Gambir-Surabaya Pasar Turi)
  • Parahijangan (Surabaya Bandung)
  • Madjapahit (Bandung-Surabaya)
  • Ekspres Malam Bintang Sendja (Surabaya-Jakarta)
  • Ekspres Malam Bintang Fadjar (Jakarta-Surabaya)
5.  Si Belo Kuda Troya merupakan nama Prototipe K3 buatan INKA. Si Belo Kuda Troya dibuat sekitar tahun 1981/82. Meskipun prototipe K3, tapi Kuda Troya mengenakan livery K2.

Foto : Bpk. M. Hanafi

Interior Kuda Troya. Foto : Bpk. M.Hanafi

Penampilan fisik Kuda Troya. Foto : Bpk. M.Hanafi.


6.  D301 memiliki tuas pengatur mode pengereman. Tersedia mode pengereman untuk gerbong barang dan kereta.

Gut.z merupakan kependekan dari Guterzug, yang artinya gerbong barang. Sementara Pers.z adalah singkatan dari Personenzug yang artinya kereta. Foto : Bpk. Widodo M.W Moedji

7.  CC201 01 tiba di Indonesia dalam keadaan rusak akibat tergencet muatan lain saat kapal yang mengangkutnya dihantam badai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan.

Kondisi CC201 01 saat tiba di Tanjung Priok. Koleksi M.V.A Krishnamurti (?)

8.  BB201 02 sempat mengalami PLH saat berdinas KA BBM di Batutulis, Bogor. BB201 02 anjlok dan jatuh ke sungai. Beruntung BB201 02 tidak afkir akibat kejadian tersebut.

BB201 02 di Dipo Bukitduri dalam kondisi rusak setelah terjatuh ke sungai. Foto : Bpk. Harriman Widiarto

9.  Dahulu, line Surabaya-Solo-Yogya dikuasai oleh PO Flores. Tidak ada hubungannya dengan KA? Eits tunggu dulu... Namun keadaan berubah saat satu bus PO Flores dihantam KA di Purwosari. Korbannya adalah anak-anak SMP yang sedang studi tour. Akibat kejadian itu, PO Flores dilarang masuk Jawa Tengah, dimana penumpang PO Flores harus oper bus di Mantingan. Karena hal itu, PO Flores ditinggalkan penumpangnya. Akhirnya pemilik PO Flores membubarkan PO Flores dan membentuk dua PO baru. Yang satu diberi nama Eka, sesuai nama anak pertamanya. Sementara yang satunya lagi diberi nama Mira, seperti nama anak keduanya.

10.  Nama Tawangalun sempat dipakai sebagai nama KA relasi Jember-Surabaya di era 1970an.

11.  Barang Cepat adalah nama KA Barang yang dahulu cukup familiar di lintas utara Jawa. Barang Cepat menggunakan gerbong berjenis GGW, berbeda dengan KA Barang lain di lintas utara yang menggunakan PPCW. Barang Cepat sendiri bukan KA baru, dia sudah ada sejak 1960an, namun di rute Surabaya-Jakarta via Yogyakarta. Awalnya Barang Cepat menggunakan gerbong tipe GW. Namun karena sering anjlok, diganti dengan GGW bekas Kurs Semen/Pupuk DAOP V. Barang Cepat sendiri dihapus sekitar 2011.

KA Barang Cepat. Foto : Narendro Anindito

12.  BB303 24 sempat memiliki lonceng diatas kotak pasirnya.

Foto koleksi Bpk. Adrian Dzulfikar

13.  Dahulu, DIVRE III memiliki dua unit KA Wisata bernama Sultan I dan II. Kedua kereta tersebut bernomor W-86501 dan W-86502. Keduanya dipindah ke Sidotopo. Sayangnya, keduanya mangkrak. Namun sekitar 2010, keduanya diretrofit/direhab menjadi kereta makan eksekutif (M1)

Eksterior Sultan 1-2. Foto : Bpk. Nova Prima

Interior Sultan. Foto : Bpk. Nova Prima

14.  Dahulu, beberapa BB303/306 milik Dipo Tanahabang memiliki dek yang miring untuk menghindari penumpang liar.

Perhatikan dek samping yang miring. Foto : Indra Krishnamurti

15.  Kereta Wisata Toraja (SI 0 67 03) aslinya merupakan Kereta Tidur kelas satu milik KA Bima. Namun kemudian dirubah menjadi KA Wisata. Awalnya, Nusantara, Bali dan Toraja hanya digunakan oleh pejabat negara. Namun kemudian disewakan untuk umum. Riwayat perubahan Toraja :

SI 0 67 03 ex S-67802 ex S-67502 ex KT-67712 ex SAGW-9004

16. Sementara Nusantara (SI 0 67 01) aslinya merupakan Kereta Makan. Riwayat perubahan Nusantara :

SI 0 67 01 ex I-67501 ex M1-67501 ex FW-9011

17.  Awalnya, CC201 73-82 merupakan BB203 milik dipo Kertapati. Namun sesudah direhab menjadi CC201, mereka dikirim ke dipo Bandung.

CC201 77 dengan KA Parahyangan di Sasaksaat. Foto : Bpk. Eddy Mardjianto
18. Nama kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi baru digunakan setelah tahun 1986. Sebelumnya, kelas kereta disebut sebagai Kelas Satu, Kelas Dua dan Kelas Tiga.

19. Kelas Eksekutif pada KA Parahyangan baru ada setelah 1984. Sebelumnya, kereta Eksekutif hanya ada di Parahyangan saat ada yang mencarter.

20. Gajayana awalnya adalah KA Campuran. Saat diluncurkan tahun 1999, Gajayana adalah KA Kelas Eksekutif-Bisnis Plus, dimana kereta Bisnis Plus yang digunakan adalah kereta eks Turangga.

21. Sama halnya dengan Gajayana, Turangga juga awalnya adalah KA Campuran, sebelum akhirnya menjadi full eksekutif tahun 1999.

2 comments: