Keluarga Utama

 Dalam khasanah perkeretaapian Indonesia, kita pasti familiar dengan KA berembel-embel Utama. Ada Sawunggalih Utama, Fajar/Senja Utama dan Cirebon Ekspres Utama Tapi, sebenarnya apa sih arti kata Utama itu sendiri? Apakah itu hanya sekedar nama?

CC 201 38 dengan Senja Utama Solo di Solo Balapan. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
 Jika ditinjau secara historis, embel-embel utama biasanya digunakan untuk membedakan KA tersebut dengan KA bernama sama, namun berbeda kelas. Dimana biasanya, KA-KA ini juga punya couple yang berbeda waktu keberangkatannya. KA-KA bernama Utama ini biasanya lahir di era 80an, saat kereta bisnis sedang booming. Pengadaan kereta bisnis memang kebanyakan dilakukan pada era 80an. K2 angkatan 66 yang menjadi K2 tertua sebenarnya hasil rehab dari K3. Mari kita kupas satu-satu...

1. Senja Utama Solo
  Nama Senja Utama Solo digunakan untuk membedakan KA ini dengan Senja Ekonomi Solo. Apa bedanya? Senja Utama Solo terlahir sebagai KA Bisnis. Sementara Senja Ekonomi Solo adalah KA Ekonomi, sama seperti namanya. Couple dari Senja Ekonomi Solo adalah Cepat Solo. Senja Ekonomi Solo dikemudian hari berubah menjadi Bengawan, sementara Cepat Solo berubah menjadi Tirtonadi, yang dihapus pada 2002. Cepat Solo dan Senja Ekonomi Solo sama-sama menghubungkan Solo dengan Jakarta, dimana Cepat Solo berangkat pada pagi hari dan Senja Ekonomi Solo berangkat disore hari. Senja Utama Solo sendiri diluncurkan pada 14 Oktober 1978. Set asli Senja Utama Solo dibuat oleh perusahaan GOSA, Yugoslavia, dengan ciri-ciri atapnya tinggi dan jendelanya hanya 9. Set ini aslinya menggunakan bogie K7, namun kemudian diganti menjadi K5. Senja Utama Solo sendiri sempat membawa kereta Kuset (kereta tidur, namun tidak seperti SAGW/SBGW) dan kereta Eksekutif, namun akhirnya kembali menjadi full bisnis. Katanya sih, tanggal 26 besok Senja Utama Solo akan menggunakan rangkaian kereta Ekonomi baru buatan INKA, alias turun kelas. Kalau begitu, gelar Utamanya rontok karena kelasnya sama seperti Bengawan, meski dia dikategorikan sebagai Ekonomi Komersial non PSO. Hahahahaha...

2. Sawunggalih Utama
    Sawunggalih Utama aslinya adalah pecahan dari Sawunggalih. Sawunggalih yang diluncurkan pada 31 Mei 1977 aslinya memiliki dua rangkaian. Satu rangkaiannya adalah rangkaian full Ekonomi, sementara yang satunya itu campuran Bisnis-Ekonomi. Saat peluncuran, rangkaian full Ekonomi diluncurkan dari Kutoarjo dan ditarik BB201 08, sementara rangkaian Bisnis-Ekonomi diluncurkan dari Jakarta Kota dan ditarik BB303. Dikemudian hari, kedua rangkaian ini akhirnya dipisah. Rangkaian full Ekonomi berubah menjadi Sawunggalih Ekonomi, sementara rangkaian campuran dinaikpangkatkan menjadi KA bisnis bernama Sawunggalih Utama. Sawunggalih Utama sendiri dikemudian hari ditambahkan kelas Eksekutif, meski hanya satu rangkaian saja yang membawa kelas Eksekutif. Nasib berbeda dialami Sawunggalih Ekonomi. Sawunggalih Ekonomi bertahan hingga 1993, sampai akhirnya digantikan oleh Kutojaya. Kutojaya sendiri aslinya adalah kereta lebaran 1993 yang menggunakan rangkaian baru hasil rehab INKA (K3-935xx). 

Yang ini Sawunggalih Ekonomi sih... Koleksinya Mas Mikail Rinto.
3. Senja/Fajar Utama Semarang
   Senja Utama Semarang lahir lebih dulu dari Fajar Utama Semarang. Kedua KA ini memiliki versi Ekonomi, yaitu Cepat Semarang dan Senja Ekonomi Semarang. Senja Ekonomi Semarang dikemudian hari berubah menjadi Tawangjaya, sementara Cepat Semarang berubah menjadi Tawangmas. Senja Ekonomi Semarang sendiri lebih tua dari Senja Utama Semarang. Sayangnya, Tawangmas dihapus pada tahun 2002. Senja/Fajar Utama Semarang sendiri bertahan hingga 2014,kemudian dihapus dan digantikan oleh Menoreh.Senja Utama Semarang di masa akhir dinasnya kebanyakan mengandalkan K2 angkatan 1991, sebelum akhirnya dihapus.

4. Senja/Fajar Utama Yogyakarta
   Senja Utama Yogyakarta adalah versi bisnis dari Senja Ekonomi Yogyakarta. Senja Ekonomi Yogyakarta dikemudian hari berubah menjadi Empujaya, yang berubah lagi menjadi Progo. Fajar Utama Yogyakarta sendiri tidak memiliki kembaran beda kelas karena Cepat Yogyakarta yang berangkat pagi relasinya berbeda dengan Fajar Utama Yogyakarta. Cepat Yogyakarta melayani relasi Yogyakarta-Bandung, sementara Fajar Utama Yogyakarta melayani relasi Yogyakarta-Jakarta.

5. Cirebon Ekspres Utama
  Cirebon Ekspres Utama adalah versi full eksekutif dari Cirebon Ekspress. Cirebon Ekspres Utama (sebut saja Cirekstama) diluncurkan pada 2005, dengan lok yang berdinas perdana CC201 26R. Berbeda dengan Cirebon Ekspress, Cirekstama menggunakan K1 dengan livery panah tosca, atau bisa disebut livery Satwa Perumka, dengan hiasan motif batik Cirebonan di bagian jendela toilet.Sayangnya,Cirebon Ekspress Utama hanya bertahan hingga tahun 2007,sebelum akhirnya digantikan oleh Argo Jati. Semasa hidup, Cirekstama sangat sering ditarik oleh CC201 26R, kasusnya sama seperti Argo Jati yang sangat sering ditarik CC203 35.

Kereta milik Cirekstama. Foto : Bpk. Happy Mukardi

 Yak, segitu saja dulu... Kalo ada update, nanti dipos kok... Jadi staytune disini :D

2 comments:

  1. Senja utama solo disamakan dengan bengawan? Terlalu jauh kali om. Jaka Tingkir jangan dilupakan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yo ndak toh... Secara historis, Senja Ekonomi Solo dengan Senja Utama Solo hanya terpaut maksimal satu dekade. Di Jadwal 1971 sudah ada Senja SLO-JAK lewat SMT, ini yang kemudian jadi Senja Ekonomi. Terlalu jauh jika dibandingkan dengan Jaka Tingkir yang aslinya adalah KA Sapujagad.

      Delete