K5, Kaki Mainstream Kereta Indonesia

  Bogie K5 merupakan bogie dengan populasi terbanyak di Indonesia, dan tersebar di seluruh wilayah kerja KAI. K5 sendiri dibagi menjadi dua, NT-11, dan TB398. Masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri. K5 pertama muncul dengan nama NT(Nippon Trailer)-11 pada 1964, dipakai oleh CW-9101 s.d CW-9154 buatan Nippon Sharyo, Jepang. Aslinya, NT-11 memiliki batas kecepatan 120 km/jam. Namun seiring berjalannya waktu, rangka bogie menua, membuat batas kecepatannya turun menjadi 90 km/jam (toleransi 100 km/jam). NT-11 dikenal sebagai bogie buruk yang memiliki goncangan dan getaran luar biasa.Saya sendiri pernah beberapa kali merasakan "sensasi" NT-11 yang membuat badan terombang-ambing. NT-11 aslinya digunakan di kereta-kereta buatan Jepang, Hungaria dan INKA (sebelum 1995), meski kemudian beberapa kereta buatan pabrikan lain bogienya diganti menjadi NT-11.

NT-11

Frame NT-11 di Balai Yasa Surabaya Gubeng
  Pada 1998, INKA meluncurkan TB(Trailer Bogie)398. TB398 memiliki kecepatan maksimal 110 km/jam (toleransi 120 km/jam), dan memiliki goncangan dan getaran yang lebih baik dari NT-11. Perbedaan fisik NT-11 dan TB398 biasanya terletak pada bagian bearing, dimana NT-11 mengenakan penutup bearing sementara TB398 tidak mengenakan penutup bearing. K5 selama ini dipandang cocok di medan rel Indonesia, dan cukup mudah dirawat. Untuk performa seperti guncangan/getaran, sebenarnya hal tersebut adalah hal yang relatif, karena guncangan/getaran juga dipengaruhi oleh kondisi jalan rel, tidak murni karena bogie.TB398 digunakan oleh kereta eksekutif, bisnis, ekonomi, restorasi dan pembangkit. Bogie ini kemungkinan besar akan digunakan sebagai pengganti NT-11 dan K7 yang semakin menua. Sementara NT-11 mungkin akan digunakan sebagai bogie dummy di Balai Yasa.

TB398

1 comment:

  1. Mas bahas tentang lok BB303 yg grill radiatornya ditutup dong. Penasaran...

    ReplyDelete