Menengok BB 200 08

  Minggu, 25/09 kemarin, saya berkesempatan menengok BB 200 08 yang baru saja pindah ke Ambarawa. Setelah meminta izin ke KDT Ambarawa secara lisan, sayapun mulai mengobservasi BB 200 08, dari eksterior, interior, hingga iseng-iseng buka lemari elektrik dan pintu kamar mesin...

Ujung "LH"

Tampak Samping
Ujung "SH"
 BB 200 08 aslinya lokomotif milik dipo SMC, namun kemudian mati beberapa saat setelah dicat krem-hijau sekitar tahun 2008 dan dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta.Beruntung 08 tidak dirucat, namun "dirapikan" dan dikirim ke Ambarawa setelah sekian lama ada di dalam BY YK. Semasa sehat, BB 200 08 sering berdinas kereta-kereta milik DAOP IV. Sampai sekitar tahun 2000an awal, BB 200 masih sanggup melayani rute Jakarta-Surabaya Pasar Turi dengan KA Barang, namun kemudian dinasannya dikurangi karena faktor usia.

 Pertama, lihat kabinnya dulu... Tapi, kita liat pintunya dulu... Kakakaka....

Pintu kabin sisi SH, bagian masinis.

Pintu LH, bagian juru api.
 Setelah itu, pintunya kita buka.... Kabinnya terkesan luas, karena hanya ada satu meja layan... Kursinya menggunakan kursi statis bulat tanpa menggunakan sandaran. Di bagian juru api, tidak ada tuas apapun, yang membuatnya tidak bisa membantu membunyikan klakson seperti halnya lok dengan dua meja layan. Namun demikian, peran juru api di BB 200 juga penting untuk menjadi "mata" bagi masinis yang visibilitasnya terbatas.

Meja Layan..

Meter tekanan rem westinghouse.

Bekas meter tekanan rem vakum. BB 200 sempat menggunakan rem vakum dan rem westinghouse, namun kemudian hanya menggunakan rem westinghouse.

Speedometer.

Bekas switch.

Bekas switch lagi.

Builder plate di meja layan.

Switch lampu.

Switch lampu semboyan.

Handle throttle (atas) dan reverser (bawah)

Bekas handle sander.

Deadman Pedal.

Panel belakang.

Lemari eletrik.
 Waktu itu, dikabarkan lok datang tanpa mesin... Namun saat saya iseng membuka pintu kamar mesin, blok mesin, generator, kompresor dsb masih berada ditempatnya... Mungkin maksudnya mesinnya udah gak berfungsi, mungkin...

Pandangan dari kursi masinis (1).

Pandangan dari kursi masinis (2).

Pandangan dari kursi juru api (1).

Pandangan dari kursi juru api.

Bogie. Meskipun bergandar 3, namun bogie ini hanya memiliki 2 traksi motor yang ditempatkan di gandar pinggir, sehingga gandar yang tengah "kopong".



Cowcatchernya...



 Namun sayangnya, pengerjaan preservasi lok ini seperti hanya sekedar pengecatan, yang tidak terlalu rapih. Hal ini terlihat dari cat yang mengotori beberapa plakat, serta beberapa pintu kamar mesin yang tidak bisa ditutup rapat karena sedikit melengkung... Semoga bisa diperbaiki...



Berhubung belom detail, maka postingan ini akan diupdate secepatnya, saat saya ke Ambarawa lagi... Kakaka...

2 comments:

  1. Tambahan. Roda idel BB200 dan BB201 berukuran lebih kecil dari pada roda yang bermotor traksi, yakni 889mm sedangkan roda yang bermotor traksi yakni 1.016mm.

    ReplyDelete