Logawa, Mengalir Sampai Jauh...

 Yang kita bicarakan disini bukan sungai Logawa, tetapi KA Logawa yang memiliki relasi Jember-Purwokerto PP... Logawa diluncurkan oleh PERUMKA (Perusahaan Umum Kereta Api) pada 21 April 1999. Awal diluncurkan, Logawa berkelas campuran Ekonomi Plus-Bisnis. Logawa memang membawa satu unit kereta bisnis saat awal-awal diluncurkan. Nama Logawa sendiri memang diambil dari nama sungai Logawa yang mengalir di barat kota Purwokerto.

Koleksi Bpk. Happy Mukardi. Note : KA yang dijadikan model sepertinya Tawang Mas, dengan latar belakang laut Jawa di daerah Plabuan, Batang.
CC 201 72 menghela KA Logawa. Perhatikan kereta Ekonomi dibelakang kereta Bisnis. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
 Logawa menggunakan kereta milik Dipo Kereta Purwokerto, dan biasanya ditarik CC201. Rangkaian Logawa biasanya terdiri dari 8-9 kereta. Logawa biasa berjalan LH dari Surabaya Gubeng, baik yang menuju Purwokerto maupun menuju Jember. Hal ini dikarenakan lokomotif hanya berpindah posisi di Surabaya Gubeng, tetapi posisi kabin tidak dirubah. Ditahun 2002, Logawa turun kelas menjadi Ekonomi biasa, menggantikan posisi Purbaya yang dihapus. Meskipun hanya menggunakan dua rangkaian, tetapi Logawa memiliki empat nomor KA. Hal ini dikarenakan karena perbedaan hulu-hilir lintas yang dilalui Logawa. Dari Purwokerto dan Jember, Logawa menggunakan nomor genap. Namun dari Surabaya Gubeng, Logawa menggunakan nomor ganjil, baik yang menuju Purwokerto maupun menuju Jember.

CC 201 32 dengan KA Logawa. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

CC 201 77 menghela KA Logawa. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti
 Logawa memiliki Feeder dengan relasi Kroya-Cilacap. Feeder ini dijalankan untuk mengakomodir warga Cilacap yang ingin bepergian menggunakan Logawa. Feeder ini sendiri menggunakan rangkaian lepasan dari Logawa. Jadi setiap pagi dan sore, rangkaian Logawa dilangsir di Kroya untuk melepas/menyambungkan rangkaian Feeder. Feeder Logawa kemungkinan muncul tahun 2002, dan biasa ditarik oleh BB201. Sayangnya, Feeder Logawa dihapus pada 1 April 2011.

BB201 03 menghela Feeder Logawa memasuki stasiun Kroya,2007. Di sisi kiri foto adalah rangkaian Logawa. Foto : Bpk. M. Luthfi Tjahjadi
BB201 03 menghela Feeder Logawa, sesaat sebelum memasuki stasiun Kroya. Foto : Bpk. M. Luthfi Tjahjadi
 Logawa sendiri termasuk KA yang tepat waktu, jarang mengalami keterlambatan parah. Logawa sempat terguling satu kali di Wilangan karena melaju terlalu cepat di tikungan. Akibatnya, kereta terlempar keluar tikungan. Okupansi Logawa sendiri termasuk bagus, karena biasanya KA terisi 50-80% di hari-hari biasa. Logawa kini masih mengalir, sama seperti sungai Logawa... Pasang-surut adalah hal biasa bagi Logawa, yang masih bertahan sebagai andalan di rute Jember-Surabaya...

KA Logawa (Jember-Purwokerto) diberangkatkan dari stasiun Sumpiuh, 2015.
CC 201 18R dengan KA Logawa (Jember-Purwokerto) di stasiun Sumpiuh, 2013.

1 comment:

  1. Tanggal 1 November 2017, PT KAI Daop 3 Cirebon menjalankan KA Kelas Komersial (Eksekutif dan Bisnis) dengan jurusan yang mirip dengan KA Logawa: KA Ranggajati. Beda nya KA Ranggajati melayani rute Jember - Surabaya - Purwokerto - Cirebon PP. Rute yang dilalui KA Ranggajati lebih berat karena ada sedikit jalur tanjakan diantara Sta Purwokerto - Sta Bumiayu (melewati kaki Gunung Slamet), jarak tempuh KA yang lebih jauh (mungkin sekitar 803 Km) dan KA Ranggajati membawa 10 Kereta: 4 K1 + 1 KM1 + 4 K2 + 1 KP. Untungnya, KA ini seringkali (tapi tidak selalu) ditarik oleh Lokomotif CC 206 yang masih baru dengan teknologi yang lebih canggih.

    ReplyDelete